Selasa, 20 Desember 2011

Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA


Mengapa pelatihan ini sangat penting untuk dilaksanakan ?
a. Karena proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat
b. Agar proses pertumbuhan dan perkembangan mudah diamati dengan jelas.
c. Karena pada usia dini (0-5) terbentuk kepribadian dasar melalui kemampuan melihat, berpikir dan berbicara.
d. Pemberian latihan harus secara berahap, sabar dan penuh kasih saying.
e. Kader kesehatan, ayah, ibu, bahkan nenek atau pengasuh sekalipun mempunyai kesempatan lebih banyak

MAKSUD DAN TUJUAN DIADAKANNYA PELATIHAN INI
a. Secara umum :
1. memberitahukan mengenai bidang perkembangan anak normal
2. memberitahukan bagaimana menolong dengn latihan pada anak yang terlambat berkembang sesuai usia.
b. Secara khusus :
1. mmberi bimbingan kepada orang tua dan pengesuh seperti yang diharapkan, dan untuk memantau tumbuh kembang.
2. kader dapat menjelaskan dengan benar tentang perkembangan pada usia tertentu sehingga anak mendapat perlakuan yang sesuai
3. memberi pengalaman pada anak agar tidak terlambat perkembangannya, dan memberikan pengasuhan tumbuh kembang secara optimal sesuai umur
4. bila ada hambatan pada anak, orang tua / kader dapat memberikan rangsangan secara mandiri pola pengasuhan dan kasih sayang sesuai kemampuan perkembangan anak
5. sebagai alat penyuluhan tumbuh kembang.

SASARAN :
1. Kader kesehatan di masyarakat.
2. orang tua yang memiliki anak balita

BAHAN / SARANA STIMULASI :
1. Kancing ukuran sedang sebanyak 5 – 10 buah
2. Balok dengan warna dasar merah, hijau, kuning, berukuran 3x3x3 : 8 buah
3. Boneka / mobil-mobilan, gelas dengan tutupnya, toples dengan tutupnya, cangkir dengan sendok.
4. Kain kecil atau saputangan
5. Buku bergambar
6. Botol plastik dengan tutup yang dapat diputar
7. Krayon atau kapur tulis
8. Bola atau mainan yang disukai anak
9. Tempat untuk anak menaiki tangga, jalan menanjak seperti bukit kecil yang ada di sekitarnya
10. Spidol dengan beberapa lembar kertas


MATERI

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 4 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak ditengkurapkan dan didepannya diletakkan mainan
Anak mampu menumpu dengan kedua tangan dan berusaha mengangkat kepala
1. Ibu membantu anak agar dapat bertumpu dengan dua lengan di atas guling.
2. Ibu membantu anak agar dapat bertumpu pada salah satu tangan secara bergantian

B. Gerakan halus
Anak ditelentangkan
Anak mampu bermain-main dengan kedua tangannya
Jika tidak :
1. Ibu mendekatkan mainan disekitar dada, muka dan tangan anak; anak membawa kedua tangan ke depan dada.
2. Anak diposisikan miring, letakkan mainan disampingnya, kemudian ibu mengajak anak supaya kedua tangan saling menyentuh.
C. Pengamatan
Anak ditelentangkan, diatasnya diberi mainan
Anak mampu mengamait mainan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak memperhatikan gerakan jari-jari tangan ibu atau mainan yang digerakkan didepannya.
2. Ibu mengajak anak bermain dengan benda berbunyi yang digerak-gerakkan didepannya.
D. Berbicara
Anak ditelentangkan
Anak mampu mendengar suara kertas diremas dan bermain bibir sambil mengeluarkan air liur
Jika tidak :
1. Anak dikenalkan oleh ibu degan bermacam-macam mainan berbunyi sambil digendong.
2. Ibu berbisik-bisik didekat telinga anak
E. Bersosialisasi(berhubungan/ interaksi dengan orang lain)
Anak digendong oleh ibu
Anak mampu tersenyum pada ibu
Jika tidak :
1. Anak diajak menatap mata ibu pada saat ibu memperdengarkan suaranya.
2. Ibu memperhatikan raut muka anak pada saat digendong, menyusu dan minum susu dengan botol

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 8 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak dalam posisi duduk dengan mainan
Anak mampu duduk sendiri kemudianmengambil posisi ongkong-ongkong sambil bertahan sebentar
Jika tidak :
1. Anak dalam posisi duduk dan mainan diletakkan disamping anak, kemudian biarkan anak meraih mainan
2. Ibu meletakkan anak dalam posisi merangkak danmemberi mainan didepannya.
B. Gerakan halus
Balok mainan diletakkan di depan anak
Anak mampu menggenggam balok mainan dengan seluruh permukaan tangan
Jika tidak :
1. Ibu memberikan macam-macam benda yang bisa digenggam untuk dimainkan. Misalnya mainan plastik dan lain-lain
2. Ibu meminta anak memegang roti/ kue/ biscuit / potongan buah dengan tebal 2 cm
C. Pengamatan
Mainan diletakkan pada meja di depan anak, ibu/ bapak/ pengasuh menggerakkan mainan sampai jatuh
Anak mampu memperhatikan dan mencari mainan yang jatuh
Jika tidak :
1. Ibu meminta anak untuk mencari mainan yang ditutup kain. Sebelumnya anak melihat benda tersebut ditutupi
2. Setelah anak mampu, anak diminta mencari mainan yang ditutup dengan kain tetapi sebelumnya anak tidak melihat benda tersebut ditutupi
3. Ibu meletakkan botol / bola di kolong alat-allat rumah (missal : meja, tempat tidur, kursi) biarkan anak mencari mainan
D. Berbicara
Ibu memperhatikan dan mendengarkan celotehan anak
Anak mampu mengeluarkan suara ; ma…..ma….da…..da……da….. Ta…ta…
Jika tidak :
1. Ibu mengeluarkan suara “aa….aa….aa…” sambil mengajak anak menepuk-nepuk bibir ibu
2. Ibu mengeluarkan suara “aa….aa….aa…” sambil mengajak anak menepuk-nepuk bibir anak sendiri
E. Bersosialisasi (berhubungan / berinteraksi dengan orang lain)
Bapak / ibu duduk di depan anak berhadap-hadapan
Anak mampu bermain ciluk ba…..
Jika tidak :
1. Ibu / bapak mengajak anak bermain ciluk ba, dengan kepala ibu / anak ditutupi selimut atau kain
2. Ibu/ bapak mengajak anak bermain didepan cermin

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 12 Bulan

A. Gerakan kasar
Mainan diletakkan di depan anak
Anak mampu berdiri sendiri dan berjalan sambil berpegangan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak bermain sambil berdiri, kemudian pindah-pindahkan mainan agar anak mau berjalan sambil memegang tepi meja
2. Ibu memegangi badan anak ketika sedang berjalan-jalan
B. Gerakan halus
Benda kecil disebarkan di depan anak
Anak mampu mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk
Jika tidak :
1. Ibu memastikan potongan makanan ke dalam cangkir plastik, kemudian anak mengambil potongan makan dengan menggunakan jari-jari tangan
2. Anak diminta mencubit roti/ makanan
C. Pengamatan
Mobil-mobilan atau boneka diletakkan di depan anak
Anak mampu menunjuk roda mobil-mobilan atau minta boneka
Jika tidak :
1. Ibu menyimpan mobil-mobilan bertali dengan jarak yang terjangkau oleh anak, kemudian bantu anak menarik supaya mendapat mobil-mobilan
2. Berikan mainan yang berbunyi bila ditarik, kemudian anak ajak menarik tali supaya mainan berbunyi
D. Bicara
Ibu/ bapak memperhatikan dan mendengarkan ucapan anak
Anak mampu mengucapkan satu kata atau lebih dan tahu artinya
Jika tidak :
1. Ibu menunjuk dirinya dengan menyebut “mama” atau menujuk ayah dengan menyebut “papa”
2. Ibu memperhatikan buku bergambar sederhana pada anak kemudian sebut salah satu gambar. Misalnya : ini pi…sang, ini je…..ruk
E. Bersosialisasi ( berhubungan /berinteraksi dengan orang lain)
Anak sedang asyik dengan mainan, ibu meminta mainannya
Anak mampu memberikan mainan pada ibu/ bapak
Jika tidak :
1. Ibu/ bapak mengajak anak bermain menggelindingkan bola sambil duduk berhadapan jarak dekat
2. Ibu/bapak mengajak anak memberi mainannya pada ibu, anggota keluarga lainnya atau pada temannya


Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 18 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta mendekati ibu dengan cepat
Anak mampu berlari tanpa terjatuh
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak untuk berjalan di jalan yang menanjak/ menurun
2. Ibu mengajak anak berlari-lari sambil diawasi oleh orang tua
B. Gerakan halus
Ibu memberi contoh menyusun balok mainan
Anak mampu menyusun tiga balok mainan
Jika tidak :
1. Ibu memberi contoh pada anak menyusun menara dengan balok mainan atau bahan lain seperti kaleng susu
C. Pengamatan
Gelas dan tutup diletakkan di depan anak
Anak mampu menutup gelas
Jika tidak :
1. Ibu memperkenalkan kegunaan alat-alat seperti memasang topi ke kepala, mengaduk sendok di gelas, memasukkan kaki ke sepaatu atau memasang tutup panci.
2. Ibu memberikan alat tersebut pada anak, kemudian ibu mengajak anak agar mengikuti ibu sambil bicara “ pancinya di tutup ya …”
D. Bicara
Ibu memperhatikan dan mendengarkan ucapan anak
Anak mampu mengucapkan sepuluh kata atau lebih dan tahu artinya
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak untuk meniru mengucapkan kata dengan jelas dan benar sesuai dengan mainan sehari-hari
2. Ibu mengajak anak untuk meniru mengucapkan kata dengan jelas dan benar dari buku bergambar yang sederhana
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Ibu bertanya : “namamu siapa?”
Anak mampu menyebutkan namanya bila ditanya
Jika tidak :
1. Hubungkan nama anak pada barang yang dimiliki, contoh “ini bola tono”
2. Ibu menunjukkan benda sambil bertanya “ini bola siapa?”


Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 24 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta untuk melompati garis
Anak mampu melompat dengan dua kaki sekaligus
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak melompat bersama-sama dengan kedua kaki anak menempel pada kedua kaki ibu
2. Ibu mengajak anak melompati balok setebal 20 cm sambil dipegangi badannya dari belakang
B. Gerakan halus
Anak diminta membuka tutup botol air minum dengan memutar tutupnya
Anak mampu membuka botol dengan memutar tutupnya
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak membuka bungkus permen dengan cra memutar ujung-ujung kertas permen
2. Carilah botol plastik yang tutupnya bisa diputar. Ajak anak untuk membuka tutup botol tersebut dengan bantuan tangan ibu diatas tangan anak
C. Pengamatan
Anak diminta menyebutkan bagian-bagian tubuh
Anak mampu menyebutkan 6 bagian tubuh (mata, hidung, mulut, kepala, tangan, telinga, dst)
Jika tidak :
1. Ibu menyentuh dan menyebut nama anggota tubuh anak, misalnya mata, hidung,, perut, tangan, dan bagian tubuh lain di saat memandikan atau memangku anak
2. Ibumenyebutkan bagian-bagian dari boneka mobil-mobilan atau alat main yang lain pada saat ibu menemani anak bermain
D. Bicara
Ibu bertanya dengan pertanyaan sederhana, “mau apa”
Anak mampu menjawab dengan kalimat yang terdiri dari dua kata
Jika tidak :
1. Ibu melengkapi kata-kata yang dikatakan anak, misalnya “kue” ibu melengkapi “minta kue”
2. Ibu mengajak anak untuk meniru kata-kata yang terdapat di lagu-lagu anak yang disukainya
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Ibu mengajak anak mencuci
Anak mampu meniru kegiatan orang dewasa
Jika tidak :
1. Ibu atau bapak mengajak anak pura-pura membantu kegiatan orang dewasa, misalnya menyapu, mengepel lantai, memasak, membersihkan sepeda dll

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 36 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta untuk turun tangga
Anak mampu turun tangga dengan kaki bergantian tanpa berpegangan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak naik turun tangga
2. Ibu megajak anak bediri dengann satu kaki di atas bangkukecil (ketinggian 20 cm) ataudi atas bola basket
B. Gerakan halus
Anak diminta untuk menggambar garis atau lingkaran
Anak mampu meniru garis tegak, garis datar dan lingkaran
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak bermain membuat goresan-goresan dengan menggunakan jari tangannya diatas pasir (melakukan gerakan tegak mendata dan lingkaran)
2. Ibu mengajak anak menggambar di kertas dengan alat tulis, anak diajak menggambar hujan dengan garis tegak, gambar jalan dengan garis datar, gambar bola dengan lingkaran
C. Pengamatan
Anak diminta untuk menunjukkan warna sayur-sayuran dan buah-buahan
Anak mampu menyebut tiga warna
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak mengelompokkkan dengan warna yang sama, misalnya benda warna merah dikelompokkan warna merah
2. Ibu menyebut warna-warna satu persatu kemudian anak diminta mencari warna tersebut di lingkungan
D. Bicara
Ibu/ bapak mengajak anak melihat gambar
Anak mampu bertanya dengan memakai kata apa, siapa, dimana?
Jika tidak :
1. Ibu melengkapi kalimat tanya yang diucapkan anak, hindari bahasa bayi, misalnya anak mengatakan, “apa” ibu menambah “ini apa?”
2. Ibu membuat kalimat bertanya sederhana. Misalnya ini apa? Itu siapa? Apa itu? Agar anak dapat belajar bertanya.
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Anak diminta bergabung dengan teman-temannya
Anak mampu bermain bersama dengan teman
Jika tidak :
1. Bapak/ ibu menemani anak bermain
2. Ibu mengajak anak untuk bergabung dengan temannya yang sedang berguna


Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 48 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta untuk melompat dengan satu kaki
Anak mampu melompat dengan satu kaki di tempat
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak melompat dengan satu kaki mula-mula tangannya dipegang sampai anak dapat melakukannya sendiri
2. Anak diminta untuk melompat dengan satu kaki ditempat
B. Gerakan halus
Anak diberi pensil dan kertas untuk menggambar kemudian perhatikan cara anak memegangi pensil
Anak mampu memegang pensil dengan ujung jari
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak mencorat-coret diatas pasir dengan kayu pendek, tebal atau batu sebesar genggaman anak
2. Ibu mengajak anak mencorat-coret di atas kertas dengan memakai krayon yang pendek dan tebal (karena alat tulis yang panjang dan tipis lebih sulit dipegang)
C. Pengamatan
Anak diminta untuk menghitung tiga balok mainan didepannya
Anak mampu menghitung tiga balok mainan dengan cara menunjuk
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak menghitung benda-benda, binatang, orang, pohon, dan lain-lain disekitarnya
2. Ibu mengajak anak mengambil makanan sambil menghitungnya
D. Bicara
Ibu bertanya dan mendengarkan ucapan anak saat bermain. Misalnya : itu apa?
Anak mampu menggunakan kalimat lengkap (lebih dari 2 kata)
Jika tidak :
1. Ibu melengkapi apa yang dikatakan anak untuk membentuk suatu kalimat sederhana. Misalnya “saya minta kue”
2. Ibu membuat kalimat bertanya sederhana (missal : ini apa? Itu siapa? Apa itu? Agar anak dapat belajar menjawab dengan kalimat lengkap
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Anak diajak bergabung dengan teman-temannya dalam satu permainan
Anak mampu bermain bersama teman dalam satu permainan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak bermain, missal : rumah-rumahan, kereta-keretaan, dan kucing tikus
2. Ibu meminta anak untuk bergabung dengan teman-teman seusianya dan mengarahkan anak untuk bekerjasama dengan mereka. Missal : membuat rumah-rumahan dengan menggunakan kain, bermain kereta-keretaan dari susun kursi, atau permainan kucing tikus

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 60 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta melompat dengan satu kaki kearah depan
Anak mampu melompat dengan satu kaki ke arah depan
Jika tidak :
1. Ibu/ bapak mengajak anak untuk menendang bola sejauh lebih kurang 1,5 meter
2. Ibu mengajak anak bermain engklek atau sondah mandah
B. Gerakan halus
Beri contoh menggambar tanda +
Anak mampu meniru tanda +
Jika tidak :
1. Ibu mencari benda-benda disekitar rumah seperti : jendela, pintu atau di sekitar lingkungan seperti tanda lalu lintas dll, kemudian ibu mengajak anak utnuk menggambar bentuk benda tersebut
C. Pengamatan
Anak diminta untuk menggambar orang
Anak mampu menggambar orang
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak menggambar orang dengan contoh
2. Ibu mengajak anak menggambar orang tanpa contoh
D. Bicara
Ibu mendengarkan apa yang diceritakan anak pada temannya
Anak mampu bercerita dan bermakna
Jika tidak :
1. Ibu meminta anak menceritakan situasi tertentu misalnya bagaimana kegiatan itu terjadi
2. Ibu meminta anak menceritakan tentang gambar yang dilihat di buku
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Ibu memperhatikan anak bergabung dengan teman-temannya dalam permainan yang berurutan
Anak mampu bermain bersama teman dengan mengikuti urutan permainan
Jika tidak :
1. Ibu / bapak mengajak anak bermain sesuai aturan main. Missal sondah mandah, halma, kartu kuartet atau ular tangga



Fisiologi Kehamilan

FISIOLOGIS KEHAMILAN
Perubahan yang terjadi:
1. Hipervolemia yang terjadi sejak umur kehamilan 8 minggu dan akan mencapai puncak pada saat umur kehamilan mencapai 28 minggu dan akan menetap sampai saat melahirkan.
2. Jantung dan diafragma akan terdesak keatas oleh karena dorongan dari uterus yang mengalami pembesaran sesuai dengan umur kehamilan.
Manifetasi secara klinis:
1. Volume darah meningkat.
2. Frekwensi heart rate meningkat.
3. Tekanan darah menurun sedikit.
4. Kekuatan jantung memompa darah meningkat pula.
Insiden penyakit jantung:
Mencapai 1-4 %, di negara Atlantik utara mencapai 1-3 % dan di Australia 1 %.
Prognosis
Ibu:
Tergantung pada berat ringannya penyakit yang di derita, umur ibu, penyulit, pengawasan pengobatan, pimpinan persalinan, kepatuhan penderita terhadap penatalaksanaan.
Bayi:
Penyakit jantung yang tidak terlalu berat tidak terlalu berpengaruh terhadap keadaan janin perinatal, tetapi penyakit jantung yang berat akan menimbulkan gawat janin/ fetal distress.
Gejala:
Pada pengkajian mungkin akan didapatkan riwayat penyakit dahulu penyakit jantung, mudah lelah, sesak nafas jika beraktivitas mungkin juga pada saat istirahat, berdebar-debar, nadi tak teratur, edema pulmonal serta adanya sianosis.
Klasifikasi:
- Grade I, Tidak ada pembatasan aktivitas fisik dan tidak ada gejala yang nampak.
- Grade II, ada sedikit pembatasan aktivitas fisik, pada saat istrahat tidak ada keluhan, kegiatan fisik yang meningkat menyebabkan insufisiensi jantung. Gejala yang timbul adalah: lelah, palpitasi, sesak nafas dan nyeri dada.
- Grade III, Kegiatan fisik dibatasi, pada saat istirahat keluhan berkurang, dengan sedikit kegiatan fisik sudah kelelahan akibat dari insufisiensi jantung.
- Grade IV, pada saat istirahatpun ada keluhan, kerja fisik yang sangat ringan akan menimbulkan insufisensi jantung.

Adenocarcinoma Endometrium

ADENOCARCINOMA ENDOMETRIUM


A. Pendahuluan
Saat ini karsinoma endometrium sering ditemukan pada keganasan ginekologi tetapi sangat sedikit penyebab kematian akibat keganasannya pada wanita. Karsinoma endometrium menduduki ranking keempat setelah keganasan payudara, usus dan paru serta menduduki ranking ketujuh penyebab kematian dari keganasan pada wanita. Secara keseluruhan kira-kira 2 - 3 % wanita akan mengalami karsinoma endometrium selama hidupnya.
Peningkatan angka kejadian karsinoma endometrium berhubungan dengan meningkatnya status kesehatan sehingga usia harapan hidup kaum wanita semakin tinggi yang mengakibatkan jumlah wanita yang berusia lanjut semakin banyak yang diiringi dengan penggunaan preparat estrogen eksogen atau penggunaan terapi hormon pengganti untuk mengatasi gejala-gejala menopausenya. Sebaliknya penyebab angka kematiannya yang rendah dikarenakan penyakit ini terdiagnosa pada saat stadium penyakitnya masih terbatas pada rahim (berkisar 80 %). Sebagian besar (70 - 80 %) jenis karsinoma endometrium adalah adenocarcinoma.
B. lnsidensi
Umumnya karsinoma endometrium dijumpai pada wanita yang berusia 50 - 65 tahun dengan usia rata-rata 61 tahun. Kira-kira 5 % dapat dijumpai pada usia sebelum 40 tahun dan sebesar 20 - 25 % pada usia sebelum menopause. Di Amerika diperkirakan 34.000 kasus baru dengan angka kematian sebesar 6000.
C. Etiologi
Penyebab karsinoma endometrium belum diketahui secara pasti namun umumnya disebabkan oleh perangsangan estrogen pada endometrium tanpa halangan periodik dari progesteron.
D. Faktor Resiko
1. Obesitas
Obesitas berhubungan dengan terjadinya peningkatan resiko karsinoma endometrium sebesar 20 - 80 %. Wanita yang mempunyai kelebihan berat badan 11 - 25 kg mempunyai peningkatan resiko 3 kali dan 10 kali pada wanita yang mempunyai kelebihan berat badan lebih dari 25 kg.
2.Nuiliparitas
Pada wanita nulliparitas dijumpai peningkatan resiko sebesar 2 - 3 kali.
3.Diabetes Melitus
Didapati peningkatan resiko sebesar 2,8 kali pada wanita penderita diabetes melitus untuk terjadinya karsinoma.endometrium.
4.Hipertensi
Sebesar 25 - 75 % penderita karsinoma endometrium mengidap hipertensi.
5.Estrogen eksogen
Pada wanita menopause yang mengkonsumsi estrogen eksogen akan terjadi peningkatan resiko karsinoma endometrium sebesar 4,5 - 13,9 kali.
6.Late menopause
Wanita yang menopause sesudah umur 52 tahun akan terjadi peningkatan resiko sebesar 2,4 kali untuk terjadinya karsinoma endometrium. Disamping itu karsinoma endometrium dapat terjadi pada wanita pramenopause dengan sikius haid yang tidak teratur.
7.Polycystic,ovarian syndrome
8.Penyakit kandung empedu
Didapati peningkatan resiko sebesar 3.,7 kali terjadinya karsinoma endometrium.
9. Merokok
Terjadi penurunan resiko karsinoma endometrium sebesar 30 % pada wanita perokok.
10. Tamoxifen
Wanita pengguna tamoxifen akan terjadi peningkatan resiko karsinoma endometrium sebesar 2 - 3 kali.
E. Gejala Klinis
1. Perdarahan dari kemaluan
Perdarahan abnormal seperti metroragia atau menometroragia dapat terjadi pada 80 - 90 % penderita. Kira-kira sebesar 10 - 20 % wanita post menopause yang mengalami perdarahan menunjukkan suatu karsinoma endometrium.
2. Keputihan
3. Pembesaran abdomen dan gejala penekanan kandung kemi dan rektum
F. Diagnosa
1.Gejala klinis
2.Pemeriksaan fisik
3.Pemeriksaan ginekologi
Dilakukan pemeriksaan rektovaginal.
4.Pemeriksaan sitologi (pap smir)
Pemeriksaan ini kurang berarti oleh karena sel-sel adenocarcinoma yang eksfoliatif biasanya telah mengalami sitolisis dalam rongga uterus.
5.Pemeriksaan histologi
a.Office endometrial aspiration biopsy
b.Dilatasi dan kuretase
c.Histeroskopi - endometrial biopsi -
6. Histerograft
7.Pemeriksaan tambahan.
a. Darah
b. Urin
c USG dan MRI
d. Foto thorax
e. Fungsi hati dan kadar gula darah
f. Fungsi ginjal (intravenous urography)
g. Sigmoidoscopy dan barium enema CA 125
G. Stadium
1.Klinis (FIGO 1978)
TingkatKriteria
0Karsinoma insitu
ITumor terbatas pada korpus uterus
IaSondase uterus
IbSondase uterus > 8 cm
IIProses sudah sampai ke serviks
IIIProses sudah sampai ke rongga pelvis
IVProses sudah sampai keluar rongga pelvis
IVaProses sudah mengenai mucosa rektum atau mucosa vesica urinaria
IVbProses sudah metastase jauh
2.Operasi (FIGO, 1989)
TingkatKriteria
IA G 1, 2,3Tumor terbatas pada endometrium
IB Gl,2,3lnvasi tumor ke miometrium
IC Gl,2,3lnvasi tumor ke miometrium > 1/2 tebal
IIA Gl,2,3 Pertumbuhan tumor ke kelenjar endoserviks
IIB Gl,2,3 Pertumbuhan tumor ke stroma endoserviks
IIIA Gl,2,3 lnvasi tumor. ke serosa dan atau adnexa dan atau sitologi peritoneum positif
IIIB Gl,2,3 Metastase ke vagina
IIIC Gl,2,3 Metastase ke kelenjar limfe pelvis dari atau para aorta
IVA Gl,2,3 lnvasi tumor mucosa rektum dan atau vesica uhnaria
IVA Gl,2,3 Metastase jauh
Gl= differensiasi sel baik, pertumbuhan yang solid
G2= pertumbuhan solid 6 - 50 %
G3= pertumbuhan solid > 50 %
H. Penyebaran ,
1.Jaringan sekitarnya
Penyebaran adenocarcinoma endometrium biasanya lambat terutama pada yang differensiasi baik. Penyebarannya ke arah permukaan kevum uteri dan endoserviks. Dari kavum uteri menuju ke stroma endomethum ke miomterium ke ligamentum latum dan organ sekitarnya. Jika telah mengenai endoserviks, penyebaran selanjutnya seperti pada adenocarcinoma serviks.
2.Melalui kelenjar limfe
Penyebarannya meialui keleniar limfe ovahum akan sampai ke keteniar para aorta dan meialui kelenjar limfe uterus akan menuju ke kelenjar iliaka interna, eksterna dan iliaka communis serta meialui kelenjar limfe ligamentum rotundum akan sampai ke kelenjar limfe inguinal dan femoral.
3.Melalui aliran darah
Biasanya proses penyebarannya sangat lambat dan tempat metastasenya adalah paru, hati dan otak.
1. Patologi
Sebagian besar karsinoma endometrium adalah adenocarcinoma
1.Makroskopis
Uterus. membesar, permukaan dalamnya kasar, mempunyai daerah yang berpapil-papil yang menempati sedikitnya setengah uterus dan kadang tumor bebentuk polypoid dengan dasar yang terang.
Permukaannya bisa halus dan ada perdarahan serta rongga uterusnya membesar dengan dinding uterusnya yang tipis.
Biasanya tumor terdapat di daerah fundus.
Dapat menginvasi ke dalam miometrium (bise tidak)
2.Mikroskopis
-Umumnya adenocarcinoma adalah differensiasi sel-sel columnar yang baik dengan bentuk kelenjarnya menyerupai endometrium phase proliferasi tetapi sudah menginvasi ke stroma dan miometrium
-Sel epitel kelenjarnya beriapis-lapis.
-Sering tampak kelenjar yang tidak teratur dan bentuknya seperti cribriform, mempunyai banyak inti berbentuk bundar dengan Chromatin yang berkelompok dan anak inti yang jelas.
-Tampak gambaran mitosis tetapi dapat tidak jelas.
-Kira-kira 20 % kasus mengandung sel stroma yang berisi lemak.
-Dari 113 kasus, tampak daerah hyperplasia endomethum yang atypik atau cystik dimana hal ini dapat mempengaruhi prognosanya.
Adenocarcinoma endometrium mempunyai sub type:
1.Sakretrory adenocarcinoma
2.Musinous adenocarcinoma
3.Ciliated cell adenocarcinoma
J.Faktor Prognosal
Sejumlah faktor prognosa dibawah ini digunakan untuk menilai kekambuhan dan keberhasilan pengobatan penyakitnya.
1. Umur penderita
Secara umum penderita karsinoma endometrium yang berusia muda lebih baik prognosanya dari penderita berusia tua. Dari beberapa penelitian didapatkan angka ketahanan hidup 5 tahun penderita yang berusia > 70 tahun sebesar 60,9 % dan penderita yang berusia <> 75 tahun, 12 % pada usia 50 - 75 tahun dan tidak dijumpai pada pender;eta yal-lg berus;ia <>
2. Jenis histologi
Kira-kira 10 % karsinoma endomethum adalah bukan jenis endometrioid dan didapati peningkatan kekambuhan dan penyebarannya. Sebesar 92 % angka ketahanan hidup penderita yang mempunyai jenis histologinya endomethoid.
3.Differensiasi histologi
Didapati kekambuhan penyakitnya sebesar 7,7 % pada tumor grade 1, tumor grade 2 sebesar 10,5 % dan 36,1 % pada tumor grade 3. Dan angka keberhasilan 5 tahun pada grade 1 sebesar 92 %, grade 2 sebesar 86 % dan pada grade 3 adalah 64
4.lnvasi ke miometrium
Umumnya angka ketahanan hidup 5 tahun penderita yang mengidap tumor yang hanya invasi ke permukaan saja sebesar 80. - 90 % dan 60 % pada tumor yang invasinya febih dalam.
5.Sitologi peritoneum
Dari beberapa penelitian didapati angka kekambuhan yang tinggi pada sitologi peritoneumnya positif.
6.Metastase kelenjar limfe
Dari penderita yang didapati metastase kelenjar limfe paraaorta mempunyai angka kekambuhan 6 kaii dibanding tanpa metastase kelenjar limfe.
7.Metastase adnexa
8.Reseptor hormon
9.Ukuran tumor
10. Lymph vascular space invasion
K.Penanganan
Tindakan penanganan karsinoma endometrium antara lain:
1. Operasillaparotomi
2. Radioterapi
3. Kemoterapi
4. Terapi hormonal
Garis besar penanganan karsinoma endometrium dengan keadaan umum penderita baik adalah laparotomi dengan tindakan eksplorasi rongga abdomen termasuk kelenjar limfe retropedtoneal guna penentuan stadiumnya serta menentukan tindakan selanjutnya sesuai dengan hasil eksplorasi laparotomi tersebut dan faktor prognosa yang ada pada penderita. 1. Stadium 1
Dilakukan total abdominal histerektomi + bilateral salpingo-oophorectomy + sitologi periltoneal + limfadenektomi pelvis dan paraaorta.
Pada Gl atau G2 .. tidak memerlukan terapi lanjutan
Pada G3 .. ditambahkan radiasi eksternal post operasi sebesar 4500 5000 rads pada pelvis.
2.Stadium 11
Dilakukan radical hysterctomy + Limfadenektomi pel vis dan paraaorta dan dilanjutkan dengan radiasi eksternal dengan dosis 4000 - 5000 rads pada pelvis.
3.Stadium Ill dan IV
Penanganan pasien stadium Ill dan IV bersifat indivual dan diusahakan untuk operasi radikal yang dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi.
Kemoterapi
Terapi ini bersifat paliatif. Saat ini kemoterapi yang memberikan reaksi yang paling baik adalah kombinasi CAP:
cyclophosphasmida 600 mg/m 2
aderiamycin 45 - 50 mg/m 2
cisplatin 60 mg/m 2
Terapi hormonal
- lndikasinya : pada tumor yang sudah mengalami metastase dan bila sewaktu operasi masih terdapat sisa tumornya serta keadaan pasien yang sudah in operabel.
- Bahan hormon..
MPA300 - 400 mglhr
Magace160 - 320 mglhr
Tamoxifen.
L. Residif
• 75 % mengalami residif dalam waktu 3 tahun setelah diobati.
• Lokasi: - 50 % pada rongga pelvis dan puncak vagina
- 30 % pada tempat jauh.
- Penanganannya:
a.terapi hormonal
b.kemoterapi
M. Follow Up
1.Pemeriksaan fisik:
- Abdomen, hati, kelenjar limfe perifer, rektum dan vagina.
2.Pemeriksadn laboratorium
- Darah, LFT, RFT, CA 125 >
3.Foto thorax
- Pemeriksaan dilakukan 2 - 4 bulan sekaili selama 2 - 3 tahun pertama dan 6 bulan sekaili pada tahun selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Anderson MC. Female reproductive system 3 ed. Churchill Livingstone,
London, 1991 : 185 - 204.
Di Saia PJ, Creasman WT. Clinical Gynecology Oncoiogy, 5 th ed, Mosby,
Missouri, 1997 : 134 - 64.
Dutta DC. Text book of gynecology. New central book egency, Calcutta, 1990
260 - 4.
Goodman A. premalignant & malignant disorders of the uterine corpus.
In : De Cherney AH, Pernoll ML, eds. Current Obstetrics & Gynecologie dignosis & treatment 8th ed. Prentice Hall International lnc, London, 1994 : 937 - 66.
Govan ADT, Hart DM, Challander R. Gynaecology Illustration 4th ed. Churchill
Livingstone, Singapore, 1993 : 247 - 55.
Lurain JR. Uterine cancer. In : Berek JS, Adashi EY, Hillard PA, eds. Novak's
Gynecology 12 hed. William & Wilins, Baltimore, 1996:1057 - 99.
Mardjikoen P. tumor ganas alat genital. Dalam : Wiknjosastro H, Saifuddin
AB, eds. limu kandungan 2 d ed. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 1994 : 391 - 400.
Morrow CP, Curtin JP, Townsend DE. Synopsis of gynecology oncology 4 th
ed. Churchill livingstone, New York, 1993: 153 - 83.
Sahil MF. Deteksi dini kanker ginekologi. Simposium keganasan pada
wanita. Pra Kongres Nasional Ill Perhimpunan Onkologi Indonesia, Medan, Juli 1998.
Tindall, VR. Jeffcoate's principles of gynecology 5th ed. Butterworth
Hainemann Ltd, Oxford, 1987 : 433 - 41 1.
K A S U S
Anamnese
Ny. Rosmala Dewi, 42 tahun, P4 AbO, Mandailing, Islam, Petani, SMP, alamat
Ji. Tangguk Bongkar 20 Medan, datang ke RSUD, Dr. Pirngadi Medan pada tanggal
22 Mei 1999, jam 11.30 WIB dengan:
Keluhanutama : perdarahan dari kemaluan.
Telaah:Hal ini dialami OS ± dalam 3 bulan ini, sedikit-sedikit, wama merah kehitaman, keluar jaringan (-), mulas-mulas (-), mual-mual (-), demam BAB dan BAK (+) baik.
Kira-kira 1 bulan yang lalu OS telah dikuret atas indikasi mioma geburt dengan hasil PA clear cell ca.
RPT
Riwayat KB
APK 12 tahun
Pemeriksaan fisik
A.Status presens
KU 1 KP 1 KGBaikl Sedang 1 Baik
Kesadarancompos mentisAnemia
Tek. darah110180 mmhglkterus
N a d i84 x 1 i, teraturSianosis
Pernapasan20 x 1 i, teraturDyspnoe
S u h u37 "COedema
B.Status Generalisata
Kepalatak
Dadatak
Ekstremitastak
Status Lokalisata
Abdomen: lemas, HIUR .. ttb
lnspekulo:darah (+), sedikit, tidak mengalir, erosi (-), FIA
VT 1Ut. RF, sebesar telur angsa, kenyal, rata, mobil, nyeri
Parametrium ka/ki lemas
CD tidak menonjol
Diagnosa: Carcinoma Endomethum
Penanganan:rencana TAH + SOD
Hasil pemeriksaan
- Darah Hb 12,1 gr %
- Urinetak
- LFT dbn
- RFT:dbn
- KGDreduksi.(-)
- Foto thoraxtak
- BNO-IVPtak
- Jantung sinus rythme (VR75 x/i)
Tanggal 24 Maret 1999
Dilakukan TAH + BSO + Limfadenektomi peivik kanan 1 kiri ali Ca. Endometrium
-Uterus membesar dengan ukuran 15 x 12 x 1 0 cm, warna merah muda, lunak, rata dan mobil.
-Ovarium kanan : berbentuk kistik (2 x 2 x 1 cm)
-Ovarium kiri : dbn
- Keleniar lymph peivik kanan membesar 1 x 1 x 1 cm
- Keleniar lymph peivik kiri membesar 1 x 1 x 1/2cm
Makroskopis uterus : tampak jaringan seperti bubur dan warna putih dalam cavum uteri.
Follow up (post operasi)
Tanggal 25 Maret 1999 (hari 1)
Kel : nyeri luka operasi
Kesadarancompos mentisLO:tenang
Tek. darah1 1 0i70 mmhgflatus
N a d i80 x 1 i, teraturperistaltiklemah
Pernapasan20 x 1 i, teraturdemam
S u h u37 'C
Thl:
- mss
-IVFD.. Dextrose 5 % - RL
-Amoxicilin 1 gr 1 8 jam
-Gentamycin 80 mg 1 8 jam
-Cyclocapron 1 amp 1 8 jam
-Analgetik lnj. KIP
Tanggal 26-27 Maret 1999 (hari II-III)
Kel : rasa kebasdi kaki dan tangan
Kesadarancompos mentisLO:tenang
Tek. darah110170 mmhgflatus
N a d i80 x 1 i, teraturperistaltikbaik
'Pernapasan20 x 1 i, teraturdemam
S u h u370C
Thl:
- M-1 - M-11
-Amoxicilin 1 gr 1 8 jam
-Gentamycin 80 mg 1 8 jam
-Metronidazole 3 x 500 mg
-RoUorantia 2 x 1
Tanggal 28-29Maret 1999 (hari IV-V)
Kel
Kesadarancompos mentisLObaik, kering
Tek. darah120170 mmhgBABbaik
N a d i80 x 1 i, teraturdemam
Pernapasan20 x 1 i, teratur
S u h u37 OC
Thl..
- MB TKTP
-Amoxicilin 1 gr 1 8 jam
-Gentamycin 80 mg 1 8 jam
-Metronidazole 3 x 500 mg
-Roborantia 2 x 1
Tanggal 30 Maret-1 April 1999 (hari VI-VIII)
Kesadarancompos mentisTDbaik
120170 mmhgBABbaik
Tek. darah
N a d i80 x 1 i, teratur
Pernapasan20 x 1 i, teratur
S u h u37 "C
Thl :
- MB TKTP
- Amoxicilin 3 x 500 mg
- Metronidazole 3 x 500 mg
- Roborantia 2 x 1 tab
---> OS PBJ
Hasil PA: Adenocarcinoma Endometrium yang bermetastase ke kelenjar peivik
Rencana penanganan : Radioterapi
Kesimpulan
1. Telah dilakukan tindakan TAH + BSO + lymphadenectomy pelvic kanan dan kiri terhadap penderita yang didiagnosa durante operasi adalah karsinoma endometrium yang telah melibatkan kelenjar lymph pelvis kanan dan kiri.
2. Hasil pemeriksaan PA sediaan diatas adalah adeno Ca. Endometrium yang bermetastase ke kelenjar pelvik.
3. Direncanakan penanganan selanjutnya : Radioterapi
Permasalahan
1. Kapan dan cara yang bagaimana sebaiknya diberikan tindakan radioterapi post operasi terhadap penderita guna mencegah kekambuhan karsinoma tersebut.
2. Sudah optimalkah penanganan terhadap penderita diatas.
http://tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=07317&rubrik=kecil

Adaptasi Fisiologi Ibu Hamil

ADAPTASI FISIOLOGI IBU HAMIL


A. PENGERTIAN
Pengertian ibu hamil adalah Suatu proses fisiologis yang normal, terjadi bila ada pertemuan dan persenyawaan antara ovum dan sperma yang dalam pembuahan tersebut menghasilkan zigot yang dalam perjalanannya mengalami pembelahan melalui beberapa stadium.
Keadaan kesehatan fisik dan mental ibu sebelum dan selama hamil berpengaruh terhadap keadaan jasmani dan waktu melahirkan. Banyaknya perubahan-perubahan pada waktu kehamilan muda dan rangka mempersiapkan kebutuhan untuk mempersiapkan pertumbuhan janin.

B. PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL
1. Sistem reproduksi
a. Suplai darah  meningkat disebabkan oleh peningkatan kadar hormon steroid seksual.
b. Vaskulasi tersebut memberikan suplai darah yang banyak bagi perkembangan janin, tanda-tanda khas pada organ dan berbagai gejala pada wanita.
c. Serviks  lebih lunak (tanda Goodell’s) dan dipenuhi dengan mukus (operkulum) berubah menjadi bentuk oval setelah kehamilan pertama.
d. Uterus  perubahan yang sangat dalam bentuk, ukuran, dan kekebalan dinding disokong oleh Ligamen yang menahan ditempatnya, melemah pada minggu ke-8 (tanda Hegar’s)
e. Vagina  bercak keunguan (tanda chadwick) pada minggu ke-8 disebabkan oleh, meningkatnya Vaskularisasi, sebagai Leukorrhea kehamilan dan meningkatkan rangsangan seksual.


2. Sistem Integumen
a. Payudara  nyeri tekan, membesar, kolostrum, areola menjadi lebih gelap
b. Kulit
1). Steriae gravidarum  peregangan jaringan yang menyebabkan rasa gatal dan meninggalkan bekas
2). Pigmentasi  terjadi penumpukan sementara pada midline abdomen (linea nigra), pada wajah (chloasma), dan pada areola
3). Sekresi kelenjar lemak dan perspirasi meningkat selama kehamilan, memerlukan mandi lebih sering

3. Sistem Endokrin
a. Ovarium dan Plasenta  Korpus luteum membentuk estrogen dan progresteron, plasenta membentuk juga hCG, hPL dan hCT.
b. Kelenjar tiroid  membesar selama kehamilan, tetapi jumlah tiroksin tetap konstan.
c. Pankreas  pembentukan Insulin meningkat selama kehamilan, tetapi jumlah glikogen terbatas.
d. Kelenjar Pituitari  FSH ditekan oleh hCG yang dihasilkan plasenta, prolaktin meningkat selama kehamilan dan laktasi, oksitosin meningkat dan menstimuli kontraksi otot uterus.
e. Kelenjar adrenal  kortin meningkat tetapi epineprin tetap konstan.

4. Sistem Kardiovaskuler
Volume darah meningkat 30% sampai 50% tetapi tekanan darah tidak berubah. Pembentukan sel-sel darah merah meningkat tetapi karena terjadi hemodilalussi, maka berkembang psedoanemia : penekanan pada Vena kava menyebabkan gejala sindrom supine hipotensi : stasis Vena dan Vibrin meningkat membuat wanita lebih mudah mengalami trombosit.

5. Sistem Muskulo Skeletal
a. Gigi, tulang dan sendi – kebutuhan kalium dan natrium
b. Meningkat : karies gigi tidak disebabkan oleh dekolsifikasi
c. Otot-otot yang kram merupakan masalah umum
6. Sistem Pernafasan
a. Paru : dan pernafasan – letak diafragma berubah karena pertumbuhan janin : tidal meningkat, meningkat O2 dalam darah
b. Membran mukosa – pembengkakan umum terjadi, menyebabkan hidung tersumbat, serak, disprea.
7. Sistem Gastrointestinal
Asam lambung menurun : mual muntah merupakan hal umum pada awal kehamilan; melambatnya peristaltik menyebabkan lambung , konstipasi dan nyeri ulu hati umum terjadi
8. Sistem Perkemihan
a. Ginjal yang normal mampu mengatasi kerja tambahan tanpa menyebabkan masalah tekanan karena pertumbuhan janin menyebabkan stosis urin
b. Sering berkemih pada awal masa kehamilan disebabkan karena penekanan uterus pada kandung kemih
9. Sistem Persyarafan
a. Saraf perifer
b. Tidak terdapat perub
c. Otak
d. Tidak terdapat perubahan fisik, tetapi dipertimbangkan penyesuaian psikis
10. Penambahan BB (berat badan)
Berat badan bertambah 25-40- pon

C. Perubahan Psikologis pada ibu hamil
1. Menerima kehamilan
a. Kesiapan menyambut kehamilan
Wanita yang siap menerima suatu kehamilan akan dipicu gejala-gejala awal untuk mencari validansi medis tentang kehamilannya. Beberapa wanita yang memiliki perasaan kuat, seperti ”tidak senang”, bukan saya dan tidak yakin, mungkin menunda mencari pengawasan dan perawatan. Namun, beberapa wanita menunda validasi medis karena akses keperawatan terbatas, merasa malu, atau karena alasan budaya, kehamilan dipandang sebagai suatu peristiwa alami, sehingga tidak perlu mencari validasi medis dini.
Setelah kehamilan dipastikan, respons emosi wanita dapat bervariasi, dari perasaan sangat gembira sampai syok, tidak yakin dan putus asa. Reaksi yang diperhatikan banyak wanita ialah respons ”suatu hari nanti, tetapi tidak sekarang”.
b. Respon emosional
Wanita yang bahagia dan senang dengan kehamilannya sering memandang hal tersebut sebagai pemenuhan biologis dan merupakan bagian dari rencana hidupnya. Rasa senang yang timbul karena memikirkan anak yang lahir dan perasaan dekat dengan anak membantu Ibu menyesuaikan diri terhadap rasa tidak nyaman.
c. Respon terhadap perubahan citra tubuh
Selama trimester pertama bentuk tubuh sedikit berubah. Sikap wanita terhadap tubuhnya diduga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diyakininya dan sifat pribadinya. Sikap ini sering berubah seiring kemajuan kehamilan. Pada kebanyakan wanita perasaan suka atau tidak suka terhadap tubuh mereka dalam keadaan hamil bersifat sementara dan tidak menyebabkan perubahan persepsi yang permanen tentang diri mereka.
d. Ambivalensi selama masa hamil
Ambivalensi didefinisikan sebagai konflik perasaan yang simultan, seperti cinta dan benci terhadap seseorang, sesuatu atau suatu keadaan. Ambivalensi adalah respon normal yang dialami individu yang mempersiapkan diri untuk suatu peran baru. Kebanyakan wanita memiliki sedikit perasaan ambivalen selama kehamilan.
e. Upacara tanda kedewasaan
Kehamilan berfungsi sebagai upacara tanda kedewasaan tanda bahwa seseorang mencapai maturitas dalam suatu masyarakat yang tidak memiliki upacara lain.
2. Mengenal peran ibu
Proses mengidentifikasi peran ibu dimulai pada awal setiap kehidupan seorang wanita, yakni melalui memori-memori dan ketika ia sebagai anak, diasuh oleh ibunya. Banyak wanita selalu menginginkan seorang bayi, menyukai anak-anak, dan menanti untuk menjadi orang tua. Hal ini mempengaruhi penerimaan mereka terhadap kehamilan dan akhirnya terhadap adaptasi prenatal dan adaptasi menjadi orang tua.
3. Hubungan ibu-anak perempuan
Hubungan antara wanita dan ibunya terbukti signifikan dalam adaptasi terhadap kehamilan dan menjadi Ibu. Keberadaan Ibu disisi anak perempuannya selama selama masa kanak-kanak sering kali berarti ibu juga akan hadir dan mendukung selama anaknya hamil. Dengan ikatan keibuan yang sama dan sikap siap membantu satu sama lain, subjek yang sering dideskripsikan sebagai, keakraban timbul dan memfasilitasi perkembangan dan adaptasi kedua individu.
4. Hubungan dengan pasangan
a. Hubungan seksual
Ekspresi seksual selama masa hamil bersifat individual. Beberapa pasangan menyatakan puas dengan hubungan seksual mereka, sedangkan yang lain mengatakan sebaliknya. Perasaan yang berbeda dipengaruhi oleh faktor-faktor fisik emosi dan interaksi, termasuk takhayul tentang seks masa hamil, masalah disfungsi seksual dan perubahan fisik pada wanita.


b. Kekhawatiran tentang janin
Kekhawatiran pertama timbul pada trimester I dan berkaitan dengan kemungkinan terjadinya keguguran. Ketika janin semakin menjadi jelas, yang terlihat dengan adanya gerakan dan denyut jantung, kecemasan orang tua yang terutama ialah kemungkinan cacat pada anaknya.
C. TANDA- TANDA DUGAAN KEHAMILAN
1. Amenorea (terlambat datang bulan)
a. Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel degraf dan ovulasi
b. Mengetahui tanggal haid terakhir ditentukan perkiraan persalinan
2. Mual (Nausea) dan muntah (emesis)
a. Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebih
b. Menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari (morning sickness)
c. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi
d. Akibat mual muntah nafsu makan berlebihan
3. Ngidam
Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut Ngidam
4. Sinkope atau Pingsan
a. Terjadinya gangguan sirkulasi ke darah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkop / pingsan
b. Keadaan ini menghilang setelah umur kehamilan 16 minggu
5. Payudara tegang
a. Pengaruh estrogen-progresteron dan somatomamotropin menimbulkan lemak, air dan garam payudara
b. Payudara membesar dan tegang
c. Ujung syaraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama
6. Sering miksi
a. Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi
b. Pada triwulan ke-2 sudah hilang
7. Konstipasi atau obstipasi
Pengaruh progresteron dapat menghambat peristaltik usus menyebabkan kesulitan buang air besar
8. Pigmentasi kulit
a. Sekitar pipi : Chiloasoma gravidarum
b. Keluarnya ”melaphorne stimulating hormone” hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit pada kulit
9. Dinding perut
a. Striae lividae
b. Striae nigra
c. Linea alba makin hitam
10. Sekitar payudara
a. Hiperpigmentasi areola mamae
b. Puting susu makin menonjol
c. Kelenjar montgomery menonjol pembuluh darah manifes sekitar payudara
9. Epulsi
Hipertrofi gusi (epulsi) dapat terjadi bila hamil
12. Varices / penampakan pembuluh darah vena
a. Karena pengaruh dari estrogen dan progresteron terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat
b. Penampakan pembuluh darahh itu terjadi di sekitar genetala eksterna, kaki, betis dan payudara
c. Penampakan pembuluh darah ini menghilang setelah persalinan



D. TANDA KEHAMILAN TIDAK PASTI
1. Rahim membesar, sesuai dengan tuanya kehamilan
2. Pada Px dalam dijumpai :
a. Tanda Hegar
b. Tanda Chadwicks
c. Tanda piscaseck
d. Kontraksi Braxron Hicks
e. Teraba ballotement
3. Px tes biologi kehamilan positif
Sebagian kemungkinan positif palsu

E. TANDA KEHAMILAN PASTI
Tanda-tanda kehamilan dapat ditentukan dengan jalan :
1. Gerakan janin dalam rahim
a. Terlihat / teraba gerakan janin
b. Teraba bagian-bagian janin
2. Djj
a. Auskultasi : Stetoskop laenec, alat kardiotokografi, Doppler
b. Ulstrasonografi :
1). Gastation sac
2). Fetal Plate
c. Abdominal foto : - Kerangka janin terlihat

ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian
1. Riwayat kehamilan pertama
2. Tidak memiliki penyakit keturunan (DM, Hipertensi)
3. Tidak memiliki alergi / penyajkit kronis (asma, ginjal)
4. Tidak memiliki kelaiann fisik (pincang / mengindikasikan detak struktural pada pelvis)
5. Kaji pengetahuan tentang perubahan fisik dan psikologis kehamilan
6. Kaji tentang kebutuhan nutrisi / pol amkan selama kehamilan
7. Kaji suhu, TD, nadi, RR, BB, intake-output cairan, turgor kulit
8. Kaji perasan klien : cemas, senang, keyakinan budaya
9. Kaji kondisi lingkungan keluarga dan keuangan, pendidikan, kebudayaan

Analisa Data
No. Data Diagnosa Keperawatan
1. DS : Klien mengatakan mual, pusing, lemah, tidak nafsu makan.
DO : Klien muntah, tampak pucat Gangguan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake tidak adekuat, anareksia mual.
2. DS : Klien mengatakan lemas, muntah sebanyak 4 kali, (a) = 1 bengkak kuning.
DO : Adanya peningkatan suhu, tekanan drah naik, membran mukosa kering, penurunan turgor kulit tidak terlihat jelas. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan output cairan berlebih
3. DS : - Klien mengatakan cemas terahdap kehamilannya akan membuat suami berubah karena perubahan tubuh.
- Klien mengatakan bahwa kondisi yang dialaminya sebagai kondisi yang normal sehingga ia tidak memperdulikannya
DO : - Penurunan aktifitas perawatan diri
- Kehilangan cairan berlebihan Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pemahaman tentang perubahan fisiologis / psikologis kehamilan.
4. DS : Klien mengatakan tidak pernah tidur siang dan setiap malam selalu terjaga.
DO : Klien tampak pucat dan kurang istirahat. Resiko tinggi keletihan berhubungan dengan peningkatan metabolisme
5. DS : Klien mengatakan sudah tiga hari tidak BAB
DO : Adanya timbunan masa yang teraba saat palpasi pada usus besarnya. Resiko tinggi konsipatsi berhubungan dengan peningkatan hormon progesteron.

Prioritas Masalah
1. Defisit volume cairan berhubungan dengan output cairan berlebih ditandai dengan muntah 4 x dan 1 bengkak kuning.
2. Gangguan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake tidak adekuat ditandai dengan anoreksia, maul, muntah.
3. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pemahaman tentang perubahan fisiologis / psikologis kehamilan.
4. Resiko tinggi konsipatsi berhubungan dengan peningkatan hormon progesteron.
5. Resiko tinggi keletihan berhubungan dengan peningkatan metabolisme

No. Dx. Standar dan Kriteria Intervensi Rasional
1. Setelah dilakukan tindakan rehidrasi cairan selama 2 x 24 jam diharapkan klien :
1. Mampu melakukan tindakan untuk menurunkan frekuensi dan keparahan mual / muntah
2. Mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setiap hari . Tentukan frekuensi / beratnya mual / muntah





i. ii. Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi. Peningaktan kadar hormon gonada tropin korianik (HCG), perubahan metabolisme karbohidrat, dan penurunan mobilitas gastrrik memperberat mual dan muntah pada trimester I.
Mengidentifikasi tanda gejala dehidrasi yang memerlukan tindakan Tinjauan ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (ulkus peptiku, gastritis, kolesistis). Membantu dalam menyensampingkan penyebab lain untuk mengatasi masalah khusus dalam mengidentifikasi intervensi.
Anjurkan klien mempertahankan masukan / tiduran tes urin dan penurunan berat badan setiap hari (rujuk MK : kehamilan, DK : nutrisi, perubahan, kekurangan dari kebutuhan tubuh) Membantu dalam menentukan adanya muntah yang tidak dikontrol (hiperemesis gravidarum). Pada awalnya muntah dapat mengakibatkan alkalosis, dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, muntah yang tidak dapat diatasi/yang berat dapat menimbulkan asidosis, memerlukan intervensi lanjut.
Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, TD, suhu, masukan/ haluaran dan berat jenis urin. Timbang berat badan klien dan bandingkan dengan standar Indikator dalam membantu untuk mengurangi tingkat kebutuhan hidrasi
2. Setelah dilakukan penkes tentang nutrisi selama 1 x 30 menit klien diharapkan mampu: Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dulu/sekarang dengan menggunakan batasan 24 jam. Perhatikan kondisi rambut, kuku dan kulit Kesejahteraan janin/ ibu tergantung pada nutrisi ibu selama kehamilan sebagaimana selama 2 tahun sebelum kehamilan
1. Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal, memberi makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein dan besi
2. Mengikuti diet yang dianjurkan
3. Mengkonsumsi suplemen zat besi / vitamin sesuai resep
iii. Menunjukkan penambahan berat badan yang sesuai (biasanya minimal 1,5 kg pada akhir trimester I). Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet 1. Menentukan kebutuhan belajar khusus. Pada periode prenatal, laju basal meningkat 20-25% (pada kehamilan lanjut) karena peningkatan aktivitas tiroid yang berhubungan dengan pertumbuhan fetus dan jaringan pada ibu, menjadi potensial resiko terhadap klien dengan nutrisi buruk. Penambahan 800 mg zat besi diperlukan selama kehamilan untuk perkembangan jaringan ibu/janin dan kondisi janin di dalam rahim. Selama trimester ketiga, kebutuhan terhadap zat besi minimal, dan diet seimbang dengan peningkatan kebutuhan kalori biasanya adekuat. (catatan: preparat besi tidak secara umum diresepkan pada trimester III karean ini potensial menyebabkan mual)
iv. Berikan informasi tertulis / verbal yang tepat tentang diet pranatal dan suplemen vitamin / zat besi setiap hari v. Materi referensi yang dapat dipejari di rumah, meningkatkan kemungkinan klien memilih diet seimbang.
vi. Evaluasi motivasi / sikap dengan mendengar keterangan klien dan meminta umpan balik tentang informasi yang telah diberikan.

vii. Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai budaya dan hal-hak yang tabu selamam kehamilan








viii. Perhatikan adanya pika/ngidam.kaji pilihan bahan bukan makanan dan tingkat motivasi untuk memakannya.
















- timbang berat badan klien ; pastikan BB pregravida biasanya.berikan informasi tentang penambahan prenatal yang optimum.













- tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual muntah.





- pantau kadar Hb, Ht.











- Ukur pembesaran uterus.








ix. Buat rujukan yang perlu sesuai indikasi (mis;ahli diet, pelayanan sosial) x. Bila klien tidak termoyivasi untuk memperbaiki diet, evaluasi lanjut/intervensi lain mungkin dapat diindikasikan.
xi. Dapat menunjukan motivasi untuk mengikuti anjuran pemberi layanan kesehatan sebagai contoh beberapa budaya menolak zat besi, meyakini bahwa ini mengeraskan tulang-tulang ibu dan membuat sulit melahirkan
xii. Memakan bahan bukan makanan pada kehamilan nungkin didasarkan pada kebutuhan psikologis, fenomena budaya, respon terhadap lapar dan / respon tubuh terhadap kebutuhan nutrisi (mis ; mengunyah es dapat menandakan anemi).catatatn ; mencerna kanji untuk pakaian dapt menimbulkan anemi defisiensi besi, dan mencerna lempung /tanah liat dapat menimbulkan gangguan fekal/BAB.
- ketidakadekuatan penambahan BB pranatal dan /dibawah BB normal masa kehamilan , meningkatkan resiko retardasi pertumbuhan intra uterin (IUGR) pada janin BB lahir rendah.penelitian menemukan adanya hubungan antara kegemukan ibu pregravid dan peningkatan morbiditas perinatal berkenaan dengan kelahiran preterm.
- Mual muntah trimester pertama dapat berdampak negatif pada status nutrisi pranatal khususnya pada periode kritis perkembangan janin.
- Mengidentifikasi adanya anemia dan potensial penurunan kapasitas pembawa oksigen ibu.klien dengan kadar Hb kurang dari 129/dl atau kadar Hb kurang atau sama dengan 37% dipertimbangkan anemia pada trimester pertama.
- nmal nutrisi berefek negatif terhadap pertumbuhan janin dan memperberat penurunan komplemen sel otak pada janin, yangt mengakibatkan kemunduran lebih lanjut.
xiii. Mungkin diperlukan bantuan tambahan terhadap pilihan nutrisi; dapat membatasi anggaran/ keuangan.
3. Setelah dilakukan penkes selama 6 x 45 menit klien diharapkan mampu :
- Menjelaskan perubahan fisiologis / psikologis normal berkaitan dengan kehamilan trimester I.
- Menunjukkan perilaku perawatan diri sendiri yang meningkatkan kesehatan
- Mengidentifikasi tanda-tanda bahaya kehamilan - Evaluasi pengetahaun dan keyakinan budaya saa ini berkaitan dengan perubahan fisiologis / psikologis yang normal pada kehamialn. Serta keyakinan tentang aktifitas, perawtan diri dan sebagainya.
- Klasifikasi kesalahpahaman. - Memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dan membuat rencana keperawatan
- Ketakutan biasanya timbul dari kesalahan informasi dan dapat mengganggu pembelajaran selanjutnya.
- Menjelaskan rutinitas kunjungan kantor dan rasional dari intervensi (mis: tes urin, pemantauan TD, BB), kuatkan pentingnya mempertahankan perjanjian teratur. - Menguatkan hubungan antara pengkajain kesehatan dan hasil positif untuk ibu / bayi. Perbedaan budaya memberi tekanan pada fase kehamilan yang berbeda (mis : prenatal, kelahiran dan pascanatal), dan budaya klien mungkin tidak mempertimbangkan bahwa kunjungan prenatal penting.
- Berikan bimbingan antisipasi meliputi diskusi tentang nutrisi latihan, tindakan yang nyaman, istirahat, pekerjaan, perawatan payudara, aktifias seksual, dan kebiasaan / gaya hidup sehat. - Informasi mendorong penerimaan tanggung jawab dan meningkatkan keinginan untuk melakuakn perawatan diri.
- Tinjauan ulang kebutuhan vitamin, besi sulfat, dan asam folat franatal. - Membantu mempertahankan kadar Hb normal. Defisiensi asam falat memperbesar kemungkinan terkena anemia megalablastik, absrupsio plasenta, oborsi, dan malformasi janin.
- Diskusikan perkembangan janin dengan menggunakan gambar. - Visualisasi meningkatkan realita akan anak dan menguatkan proses pembelajaran.
- Identifikasi tanda gejala kehamilan, seperti perdarahan, kram nyeri abdomen kuat, sakit punggung, edema, gangguan kehamilan, sakit kepala dan tekanan pelvis. - Membantu klien membedakan yang normal dan abnormal sehingga membantunya dalam mencari perawatan kesehatan pada waktu yang tepat (tanda-tanda dan gejala merugikan dapat dipandang sebagai kejadian “normal”, untuk kehamilan dan bantuan mungkin tidak dicari).
- Idenfikasi hal yang membahayakan pada janin. Kaji obat-obatan yang digunakan klien (nikotin, alkohol, kokain, maryuana, dsb0 tekankan perlunya menghindari semua obat-obatan tersebut sampai dikonsultasikan dengan anggota tim kesehatan. - Janin paling rentan dalam trimester pertama selama periode kritis perkembangan organ.
4. Setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan klien mampu :
- Mengidentifikasi perilaku gangguan memberatkan atau beresiko
- Tentukan kebiasaan dominasi sebelum kehamilan, perhatikan perubahan selama hamil. - Pola eliminasi dipertahankan bila mungkin peningkatan kadar progesteron merilekskan otot polos saluran Gi, mengakibatkan penurunan peristaltik dan meningkatkannya reabsorbsi air dan elektrolit, suplemen zat besi juga memperberat masalah-masalah konstipasi.
- Berikan informasi diet tentang buah-buahan segar, sayuran, padi-padian, serat, makan kasar dan masukan cairan adekuat. - Bulk dan konsistensi dalam pilihan diet membantu meningkatkan keefektifan pola defekasi.
- anjurkan latihan ringan secara teratur, sepeti jalan kaki, beritahu klien supaya menghindari latihan yang lama dan keras perhatikan keyakinan budaya tentang hal ini. - Meningkatkan parestaltik dan membantu konstipasi. Latihan keras dianggap dapat menurunkan sirkulasi uteraplasenta, kemungkinan mengakibatkan brakikardia janin, hipertemia, atau retardasi pertumbuhan pada beberapa budaya, ketidakefektifan dapat dipandnag sebagai perlindungan untuk ibu / anak.
5. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit diharapkan klien mampu :
- Memodifikasi gaya hidup untuk memenuhi perubahan kebutuhan / tingkat energi.
- Melaporkan adanya peningkatan energi.
- Identifikasi dasar yang mengakibatkan kelelahan dan area kontrol individu. - Tentukan siklus tidur bangun yang normal dan komitmen terhadap pekerjaan, keluarga, komunitas dan diri sendiri. - Membantu menyusun prioritas yang realistik dan waktu untuk menguji komitmen. Klien mungkin perlu untuk membuat penilaian, seperti perubahan shif krja untuk mengatasi mual pagi hari (perubahan pada shift pagi hari selanjutnya) atau memberi istirahat yang lebih, pemindahan pekerjaan / tanggung jawab rumah dan sebagainya.
- Anjurkan tidur siang 1-2 jam setiap hari, 8 jam setiap tidur malam. - Istirahat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme berkenaan dengan pertumbuhan jaringan ibu / janin.
- Pantau kadar Hb, jelaskan peran zat besi setiap hari sesuai indikasi. - Kadar Hb rendah mengakibatkan kelelahan lebih besar karna penurunan jumlah pembawa oksigen (catat ; zat besi mungkin perlu dibatasi pada adnaya anemai sel sabit).





























IMPLEMENTASI
o Menanyakan kepada klien berapa kali muntah tiap harinya
o Menanyakan pada klien tentang riwayat penyakit
o Menimbang berat badan klien
o Mengkaji suhu, kulit membran mukosa,tekanan darah
o Memperhatikan kondisi kulit,rambut, kuku
o Pastikan pengetahuan klien mengenai pengetahuanya mengenai diet
o Memberikan informasi tertulis mengenai diet ibu hamil
o Pastikan adanya tanda tnda nyidam
o Membuat rujukan yang perlu sesui indikasi diintervensi
o Memberikan informasi mengenai pemberian vitamin

EVALUASI
S : Klien mengatakan mual, pusing, lemah, tidak nafsu makan.
O : Klien muntah, tampak pucat
DS : Klien mengatakan lemas, muntah sebanyak 4 kali, (a) = 1 bengkak kuning.
DO : Adanya peningkatan suhu, tekanan drah naik, membran mukosa kering, penurunan turgor kulit tidak terlihat jelas.
DS :- Klien mengatakan cemas terahdap kehamilannya akan membuat suami berubah karena perubahan tubuh.
- Klien mengatakan bahwa kondisi yang dialaminya sebagai kondisi yang normal sehingga ia tidak memperdulikannya
DO : - Penurunan aktifitas perawatan diri
- Kehilangan cairan berlebihan
DS : Klien mengatakan sudah tiga hari tidak BAB
DO : Adanya timbunan masa yang teraba saat palpasi pada usus besarnya.
DS : Klien mengatakan tidak pernah tidur siang dan setiap malam selalu terjaga.
DO : Klien tampak pucat dan kurang istirahat.




Analisa
Problem Etiologi Simptom
Devisit volume cairan Intake cairan kurang Kulit kering, peningkatan suhu, penurunan turgor
Gangguan nutrisi Masukan nutrisi kurang Kurus, rambut merah
Kurang pengetahuan Pendidikan rendah (SD) Cemas,gelisah
Konstipasi Makanan yang dikonsumsi kurang serat Tidak BAB selama 3 hari
Keletihan Peningkatan metabolisme Lelah, lemas, tidak bergairah

Planing
1. Memberikan informasi yang cukup kepada klien tentang diet ibu hamil
2. Sarankan kepada klien untuk minum yang banyak terutama air putih
3. Anjurkan untuk beristirahat yang cukup
4. Anjurkan mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak airnya


Photobucket